Guna mengisi dan menyemarakan bulan suci Ramadhan 1432 H, organisasi pelajar (Ogapel) Nagari Durian Gadang, Kecamatan Sijunjung menyelenggarakan berbagai kegiatan bernafas Islam dari Senin sampai Rabu (22-24/8), di Masjid Nurul Huda.
Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Sijunjung, Muchlis Anwar, diantaranya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), tartil, lomba khutbah Jumat, lomba ceramah agama, pidato cilik (Pidacil), shalat jenazah serta lomba hafalan asmaul husna dan cerdas cermat. Pembukaan yang diselengi dengan penampilan qasidah rabana oleh murid SD, dihadiri sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah, Muspika Sijunjung serta tokoh dan pemuka masyarakat Nagari Durian Gadang.
Menurut Walinagari Durian Gadang, Isrin, disamping menyemarakan bulan suci Ramadhan, berbagai kegiatan yang diadakan juga untuk memilih qori dan qoriah terbaik guna menghadapi MTQ tingkat Kecamatan Sijunjung.
Wabup mengaku salut dan bangga terhadap pelajar Nagari Durian Gadang yang mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan bernafas Islam pada bulan Ramadhan yang suci dan mulia ini.
“Terus terang saya salut dan bangga terhadap pelajar Nagari Durian Gadang yang mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan bernafas Islam pada bulan Ramadhan yang suci dan mulia ini. Mudah-mudahan kegiatan yang dilaksanakan berjalan lancar dan sukses serta mencapai sasaran,” harap Wabup.
Khusus MTQ, menurut Wabup adalah merupakan sarana untuk menanamkan kemauan dan keinginan yang kuat bagi umat Islam guna memperdalam, memahami dan menghayati isi kandungan Al Quran, sekaligus mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, umat Islam yang gemar membaca Ayat Suci Al Quran, adalah hamba Allah yang dirindukan Surga, karena setiap huruf Al Quran yang dibaca bernilai 10 pahala, terlebih dalam bulan suci Ramadhan, pahalanya berlipat ganda.
Oleh karena itu, sangatlah tepat bila kaum muslimin dan muslimat yang senantiasa mengharap keredhan Allah SWT memperbanyak membaca Al Quran dalam bulan Ramadhan ini, baik di surau, mushalla dan di masjid, maupun di rumah. Dengan kata lain, tidak hanya dalam MTQ saja, imbau Wabup Muchlis Anwar.
Selain membuka secara resmi, untuk kelancaran kegiatan yang dilaksanakan, Wabup serahkan sumbangan Rp1,5 juta. –nas
selengkapnya...
Selasa, 23 Agustus 2011
PELAJAR MELAKSANAKAN MTQ
BUPATI BERLEBARAN BERSAMA MASYARAKAT
Sebagaimana tahun lalu, pada Idul Fitri 1432 H ini, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin dan Wakil Bupati Muchlis Anwar juga akan merayakan hari kemenangan bersama rakyat, di Balairung Lansek Manih, bukan di rumah dinas.
“Untuk mempererat hubungan silaturrahim dan rasa kekeluargaan, sebagaimana tahun lalu, pada Idul Fitri 1432 H ini kita juga akan berlebaran bersama rakyat, di Balairung Lansek Manih,” kata bupati, Selasa (23/8), di ruang kerjanya. Karena dirasakan indah dan nikmatnya suasana lebaran, merayakan hari kemenangan bersama rakyat, setelah berjuang sebulan penuh, menahan haus dan lapar serta nafsu angkara murka, sudah dilaksanakan Pemkab Sijunjung, sejak beberapa tahun lalu.
Selain mempererat hubungan silaturrahim dan rasa kekeluargaan, berlebaran bersama rakyat, juga untuk meningkatkan ukuwah Islamiyah, karena disamping mendirikan shalat berjemaah, keutamaan Idul Fitri adalah memperkokoh persaudaran dengan saling bermaafan dan berjabat tangan.
Tujuan lain, supaya tidak ada kaum muslimin dan muslimat yang tidak bergembira saat merayakan hari kemenangannya, minimal warga yang berdomisili di Kota Muaro Sijunjung dan sekitarnya, kata Bupati Yuswir Arifin.
Agar tujuan tercapai, bupati menghimbau dan mengajak jemaah shalat Idul Fitri mendatangi Balairung Lansek Manih, guna mencicipi berbagai makanan dan minuman yang disediakan Pemkab.
Shalat Idul Fitri.
Menurut Kabag Kesra H. Amri Suza, seperti tahun lalu, untuk Kota Muaro Sijunjung, Shalat Idul Fitri 1432 H, dipusatkan di jalan raya depan Gelanggang Olahraga (GOR) Sibinuang.
Sesuai rencana, yang akan bertindak sebagai khatib adalah dosen IAIN Imam Bonjol Padang H. Buchari. Sedangkan imam, Kepala Kantor POS, Darmawan.
Seandainya hujan turun di pagi Idul Fitri itu, shalat dilaksanakan di Masjid Istiqlal Muaro serta di Masjid Taqwa.
Selain menunaikan Shalat Idul Fitri dan berlebaran bersama, Pemkab Sijunjung juga menyelenggarakan takbiran, malam sebelum hari raya, di Masjid Taqwa.
“Baik shalat mau pun takbiran, akan diikuti Bupati Yuswir Arifin, Wakil Bupati Muchlis Anwar, Muspida, ketua DPRD, pejabat teras Pemkab, kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pegawai serta kaum muslimin dan muslimat Kota Muaro Sijunjung,” jelas Amri Suza. -nas
selengkapnya...
Senin, 22 Agustus 2011
PADANG SIBUSUK BERKOMPETISI
Terpilihnya Padang Sibusuk mewakili Kecamatan Kupitan, ke tingkat kabupaten, disamping memang baik dari yang terbaik, di nagari tersebut cukup banyak sarana dan prasarana pendukung dalam upaya memajukan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Baik sarana dan prasarana yang dibangun pemerintah mau pun yang didirikan warga, ulas camat.
MASJID SYUHADA
Menara dan pagar yang berdiri kokoh, tidak saja menambah keindahan masjid yang memang sudah indah, tapi juga menciptakan kesejukan dan kedamaian lingkungannya.
Sehingga setiap kaum muslimin dan muslimat yang singgah matanya saat melintas di jalan raya lintas Sumatra, tidak saja berdecah kagum, tapi secara spontanlitas muncul keinginan untuk menunaikan shalat di dalam masjid, terlebih tatkala waktu mendirikan shalat fardu sudah hampir masuk.
Fenomena dari keinginan kaum muslimin dan muslimat yang muncul seketika, setiap menunaikan shalat fardu, Masjid Syuhada tidak perna sepi dari jemaah. Tidak seperti masjid lain yang diluar Ramadan krisis makmum.
Kebersihan dan keindahan lingkungan masjid, juga ditopang oleh tempat berwudhuk yang tertata rapi. Pada sarana yang seluruh bangunannya dipasang kramik, mengalir air bening, putih dan bersih lewat pipa besi yang tidak kalah putih dan bersihnya.
Dibanding perkarangan, ternyata di dalam masjid suasanya lebih sejuk, nyaman dan tentram. Suasana itu tercipta, karena disamping lantai dan dinding sudah dikramik serta loteng dipasang triplek berukir dan bercat putih, sarana dan prasarana penunjang beribadah juga tertata rapi.
Menurut pengurus Masjid Syuhada H. Afrison Saleh, di masjid tersebut, Minggu (24/4), bisanya masjid tertata sedemikian rupa, disamping jemaah dan masyarakat yang berdomisili di kampung, perhatian dan kepedulian para perantau juga cukup tinggi.
“Sejak masjid ada, kami selalu melaksanakan Shalat Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha di masjid ini. Pada pelaksanaan Shalat Idul Fitri, paling sedikit terkumpul infak Rp40 juta, bahkan pernah mencapai Rp80 juta. Disamping dari jemaah dan masyarakat yang berdomisili di kampung, infak itu juga disalurkan para perantau yang pulang kampung. Berkat perhatian yang cukup tinggi itulah masjid ini bisa tertata rapi dan terpilih sebagai masjid terbaik di tingkat Sumbar pada tahun 2009,” kata Afrison. –nas

